HAI.
It's been a very very very long time since gue nge-post tulisan gue yg super galau itu, yes?
So good to be back.
Today, gue mau ngebahas, well actually, gue mau nulis tentang sebuah manusia, a boy, he's my latest friend.
Let's start with how I first met him, yes?
Jadi, my friends and I were at Bulungan, mau nonton teater, and then suddenly temen gue yg namanya Ghaby teriak "ANGGI!!" gitu. Gue. Kaaaaget.
And then, gue sm Ghaby nyamperin Anggi, he was with his friend, cewek, tapi gue lupa namanya siapa. Lalu, Ghaby bilang "nih, Kar, yang namanya Anggi," I answered "Oooh, jadi ini yang namanya Anggi. Hai. Kare." Setelah kenal-kenalan itu, gue meninggalkan mereka, dan nyamperin temen gue yang lainnya. Yaa, maklum, kan gue ga kenal sama temennya Ghaby yang itu.
Selang beberapa hari, tiba-tiba Ghaby bbm gue, "KAR! Accept Anggi ya," and then gue bales "okaay."
Setelah itu karena dia ga say hi ke gue duluan, jadi, I opened the conversation by saying "Temennya Ghaby yang waktu itu nonton teater ya?" Dan lo tau dia bales apa? "yes" Dah. Gilaa, gue gatau mau bales apalagi, langsung diem, mikir, I mean, I really don't want this conversation to end but... I don't fckng know what to say.
Tapi, setelah itu gue lanjut sih bbman sama dia, talking about things and stuffs. Until today, gue masih bbman sama dia.
His name is Anggi Rifki Marsyawal Siregar, ulang tahunnya tanggal 11 Maret, dia lahir tahun 1996. Status? Gue juga gatau statusnya dia apa, so, tanya saja sama dia, yes? Okay.
Pake behel, lucu deh, coba behelnya warna Tosca, ya. Pake kacamata, kacamatanya juga keren, pas sama mukanya. Motornya Vario, namanya si Oren, well you know kan kenapa dia namain motornya "Si Oren", so, gue ga perlu ngejelasin lagi.
Dia anaknya asik banget! Gue ngomong apa aja kayaknya nyambung sama dia, well, kecuali tentang X-men dan Arsenal. Yang tadi gue sebutin itu (yes, X-men and Arsenal), those are his favorites. Dia download film X-men sampe laptopnya ga dimatiin dua hari! Gue kalah telaten dan kalah sabar sama dia.
Well, he's a nice person, and he's cool to hangout with. And he kinda comforts me in every way, so, yes, he's a very very very nice person. And a good friend.
Segini aja ya, dikit ya? Well, namanya juga temen baru. Hoping to know you better, Nggi!
Daaah.
By the way, tuh orangnya, yang disebelah kiri.
Udah ya, beneran nih udahan, daaaaah.
Sabtu, 06 Juli 2013
Minggu, 07 April 2013
Dan rasa itu datang lagi
Sudah lama sekali masa itu.
Masa dimana aku dan kamu, satu.
Masa dimana aku dan kamu, bersama.
Masa dimana aku dan kamu, saling sayang.
Ya, sudah lama sekali.
Bertahun-tahun yang lalu.
Dan, akupun sudah melupakanmu.
Menghilangkan perasaan sayang untukmu.
Menghapus semua kenangan yang kau beri.
Setelah kita berpisah, aku benar-benar sudah melupakanmu.
Yaa, walaupun kita berteman baik,
tetapi, tidak ada "perasaan" di dalam hatiku untukmu.
Kita hanya sepasang kekasih yang telah berpisah
Dan memutuskan untuk berteman.
Namun, malam itu, semua berubah.
Malam dimana kau datang kerumahku.
Kau tersenyum melihatku.
Ah, sudah lama sekali aku tidak melihat senyum itu.
Senyum yang manis.
Sepertinya aku merindukanmu selama ini.
Tidak, tidak.
Bukan sepertinya, tetapi, aku memang merindukanmu.
Sangat merindukanmu.
Pukul delapan malam kau duduk disampingku.
Dibawah naungan bintang-bintang yang indah.
Dan sebuah bulan purnama yang bulat sempurna.
Kita berbincang, bercanda, dan tertawa.
Aah, tidak terasa waktu berjalan dengan cepat.
Sudah pukul sepuluh malam.
Ya, sudah waktunya kamu pulang.
"Aku pulang dulu ya, terima kasih untuk malam ini :-)"
Aku terdiam. Senyum itu.... Oh, sungguh indah.
"Iya :-) Hati-hati, ya."
Dan kau sedikit mencubit pipiku.
Ah, aku rindu sekali merasakan tanganmu di wajahku.
Aku tersenyum.
Lama setelah malam itu berlalu,
tiba-tiba kau menghubungiku.
Entah apa yang kurasakan.
Senang, tetapi....
Seharusnya aku tidak merasakan apapun.
Toh, aku sudah melupakanmu, kan?
Ah, tetapi kenyataannya, aku sangat bahagia.
Aku tidak menyangka kau akan ingat padaku.
Kita saling berbalas pesan singkat itu hingga pukul dua malam.
Aku hanya bisa tersenyum setiap kali melihat balasan darimu.
Sudah lama aku tidak merasakan hal ini.
Tidak merasakan "senang" ini.
Dulu, seorang sahabatku pernah menyarankan
agar aku kembali padamu.
Namun, aku tidak ingin.
Tetapi sekarang....
Semua berubah.
Aku rindu kamu.
Perhatianmu.
Omelanmu.
Ucapan "selamat pagi, bawel :-)" darimu.
Ucapan "mimpi indah ya. Eh, mimpiin aku aja deh." darimu.
Pelukanmu.
Ciumanmu.
Ingat kaos kuning bergambar sepatu itu?
Ya, yang kau berikan padaku.
Kau memintaku untuk menjaganya, kan?
Tenang saja, kaos kuning itu selalu ku jaga :-)
Ah, andaikan waktu bisa diulang.
Aku ingin sekali kembali berada di pelukmu.
Ya ampun, apa yang sedang ku pikirkan?
Aku tidak bisa begini.
Tidak boleh.
Aku sudah melupakanmu.
Sudah.
Ah, percuma.
Nyatanya, rasa itu datang lagi.
Ya, rasa cinta itu.
Rasa rindu dan sayang itu.
Rasa-rasa untukmu.
Semua rasa itu..... Datang lagi.
Ke hatiku.
Dihatiku.
Masa dimana aku dan kamu, satu.
Masa dimana aku dan kamu, bersama.
Masa dimana aku dan kamu, saling sayang.
Ya, sudah lama sekali.
Bertahun-tahun yang lalu.
Dan, akupun sudah melupakanmu.
Menghilangkan perasaan sayang untukmu.
Menghapus semua kenangan yang kau beri.
Setelah kita berpisah, aku benar-benar sudah melupakanmu.
Yaa, walaupun kita berteman baik,
tetapi, tidak ada "perasaan" di dalam hatiku untukmu.
Kita hanya sepasang kekasih yang telah berpisah
Dan memutuskan untuk berteman.
Namun, malam itu, semua berubah.
Malam dimana kau datang kerumahku.
Kau tersenyum melihatku.
Ah, sudah lama sekali aku tidak melihat senyum itu.
Senyum yang manis.
Sepertinya aku merindukanmu selama ini.
Tidak, tidak.
Bukan sepertinya, tetapi, aku memang merindukanmu.
Sangat merindukanmu.
Pukul delapan malam kau duduk disampingku.
Dibawah naungan bintang-bintang yang indah.
Dan sebuah bulan purnama yang bulat sempurna.
Kita berbincang, bercanda, dan tertawa.
Aah, tidak terasa waktu berjalan dengan cepat.
Sudah pukul sepuluh malam.
Ya, sudah waktunya kamu pulang.
"Aku pulang dulu ya, terima kasih untuk malam ini :-)"
Aku terdiam. Senyum itu.... Oh, sungguh indah.
"Iya :-) Hati-hati, ya."
Dan kau sedikit mencubit pipiku.
Ah, aku rindu sekali merasakan tanganmu di wajahku.
Aku tersenyum.
Lama setelah malam itu berlalu,
tiba-tiba kau menghubungiku.
Entah apa yang kurasakan.
Senang, tetapi....
Seharusnya aku tidak merasakan apapun.
Toh, aku sudah melupakanmu, kan?
Ah, tetapi kenyataannya, aku sangat bahagia.
Aku tidak menyangka kau akan ingat padaku.
Kita saling berbalas pesan singkat itu hingga pukul dua malam.
Aku hanya bisa tersenyum setiap kali melihat balasan darimu.
Sudah lama aku tidak merasakan hal ini.
Tidak merasakan "senang" ini.
Dulu, seorang sahabatku pernah menyarankan
agar aku kembali padamu.
Namun, aku tidak ingin.
Tetapi sekarang....
Semua berubah.
Aku rindu kamu.
Perhatianmu.
Omelanmu.
Ucapan "selamat pagi, bawel :-)" darimu.
Ucapan "mimpi indah ya. Eh, mimpiin aku aja deh." darimu.
Pelukanmu.
Ciumanmu.
Ingat kaos kuning bergambar sepatu itu?
Ya, yang kau berikan padaku.
Kau memintaku untuk menjaganya, kan?
Tenang saja, kaos kuning itu selalu ku jaga :-)
Ah, andaikan waktu bisa diulang.
Aku ingin sekali kembali berada di pelukmu.
Ya ampun, apa yang sedang ku pikirkan?
Aku tidak bisa begini.
Tidak boleh.
Aku sudah melupakanmu.
Sudah.
Ah, percuma.
Nyatanya, rasa itu datang lagi.
Ya, rasa cinta itu.
Rasa rindu dan sayang itu.
Rasa-rasa untukmu.
Semua rasa itu..... Datang lagi.
Ke hatiku.
Dihatiku.
Selasa, 19 Maret 2013
The boy beside me.
I met him on a Sunday
He was wearing a grey T-shirt
He had braces
And he wore bracelets
Black bracelets.
There was a younger boy with him
Well, i didn't know who was it
I think it's his little brother
They got along so well
He was so nice with his lil' bro.
He bought one bottle of Fanta
And one pack of chocolate balls
His phone was an iPhone 5
A black one
He didn't stick around for a long time
In fact, it was real quick.
I know it's crazy and i didn't know him
but i fell for his smile instantly
And his voice
And his hair
Everything.
He was wearing a grey T-shirt
He had braces
And he wore bracelets
Black bracelets.
There was a younger boy with him
Well, i didn't know who was it
I think it's his little brother
They got along so well
He was so nice with his lil' bro.
He bought one bottle of Fanta
And one pack of chocolate balls
His phone was an iPhone 5
A black one
He didn't stick around for a long time
In fact, it was real quick.
I know it's crazy and i didn't know him
but i fell for his smile instantly
And his voice
And his hair
Everything.
Kamis, 14 Maret 2013
TwigglyTwinkyShaby.
This girl
There's something about this girl that made me smile every-freaking-time.
Her smile is so sweet
Like Hamtaro.
Her voice so pure like water
Her warmth
Her cuteness
Her everything could swept you away to a dreamland
She's the kind of girl that would grab your heart
And paint it... with her love and joy
and happiness
She could make your day more colorful
She could make your seconds more precious
She could make your life more...
Alive.
She's a blessing, I say
She's an angel, a beautiful one
With a squint of pure devil inside of her
That made her a perfect daddy's little girl
For me, It's a perfect combination.
She kidnapped my heart
She made me laugh
She annoyed me sometimes
But, that doesn't matter now
She's an angel
She really is
Once you see her smile, you'll melt
Fly
Smile too.
She's like a baby
Nooo, not the always-crying-and-whining one
She's pure
Not a saint nor a devil
But, there's something about her that just made me smile
It's a blessing for me to have her
As my best friend
She's adorable
She's lovely and lovable
She's a-ma-zing.
I love her.
My besties and I love her.
Everyone loves her.
I'm telling you. she's a real deal.
She is this TwigglyTwinkyShaby.
Born as Shabrina Belinda Irawan
on the 16th day of may.
She's summer,
Spring,
Autumn,
But sure as hell no winter.
There's something about this girl that made me smile every-freaking-time.
Her smile is so sweet
Like Hamtaro.
Her voice so pure like water
Her warmth
Her cuteness
Her everything could swept you away to a dreamland
She's the kind of girl that would grab your heart
And paint it... with her love and joy
and happiness
She could make your day more colorful
She could make your seconds more precious
She could make your life more...
Alive.
She's a blessing, I say
She's an angel, a beautiful one
With a squint of pure devil inside of her
That made her a perfect daddy's little girl
For me, It's a perfect combination.
She kidnapped my heart
She made me laugh
She annoyed me sometimes
But, that doesn't matter now
She's an angel
She really is
Once you see her smile, you'll melt
Fly
Smile too.
She's like a baby
Nooo, not the always-crying-and-whining one
She's pure
Not a saint nor a devil
But, there's something about her that just made me smile
It's a blessing for me to have her
As my best friend
She's adorable
She's lovely and lovable
She's a-ma-zing.
I love her.
My besties and I love her.
Everyone loves her.
I'm telling you. she's a real deal.
She is this TwigglyTwinkyShaby.
Born as Shabrina Belinda Irawan
on the 16th day of may.
She's summer,
Spring,
Autumn,
But sure as hell no winter.
Tentang Rasa
Entah apa yang aku rasakan sekarang.
Ah, sepertinya sudah tidak berguna lagi kata yang ku ucap.
Sedih, namun aku bahagia bisa memiliki sedikit bagian dari dirimu.
Ya, aku tahu. Aku tahu kau tidak sepenuhnya milikku
Tetapi... Hati ini yang merasa, dan aku tidak bisa menangkalnya.
Apa kau tahu bahwa aku selalu memperhatikanmu?
Ya, di koridor itu, di tempat pertama kali kau berikan senyum manismu padaku
Di tempat itu kau pertama kali menyapaku
Haha, semua itu hanya kenangan
Dulu, aku tak membayangkan bisa sedekat ini denganmu
Bisa menghabiskan waktu denganmu
Tertawa, tersenyum, gembira bersamamu
Walau sedikit jiwaku mati disaat aku sadar kau bukanlah milikku
Tetapi, aku bahagia bisa melihatmu tertawa bersamaku
Karena aku.
Kata orang, kalau kau sayang sesuatu, lepaskanlah
Kata orang, jika kau sayang dia, sepatutnya kau bahagia melihatnya bahagia walaupun bukan denganmu
Ah, aku tidak sependapat dengan mereka yang berkata seperti itu
Akupun yakin didalam hati mereka yang paling dalam, jauh dalam, mereka sakit
Rapuh.
Aku hanya bisa tersenyum.
Tersenyum melihat dan mendengan celoteh mereka yang terdengar munafik.
Aku sayang kamu, dan aku tidak akan melepaskanmu
Perjuanganku menjadikan aku dan kamu sedekat ini saja penuh jatuh-bangun.
Aku sayang kamu, dan aku bahagia melihatmu bahagia jika bahagiamu BERSAMAKU.
Tidak akan mudah melihatmu bahagia bersama orang lain, menyayangi orang lain, bukan aku.
Tapi, itulah adanya.
Dan aku tidak bisa memaksakan perasaanmu
Walaupun aku sudah berusaha menarik hatimu hanya untukku
Tapi, kau ditakdirkan bukan untukku.
Aku
Kamu
Kita
Hanya sahabat.
Terlalu banyak kenangan tentangmu yang ada padaku
Yang ada dalam pikiranku
Hatiku
Jiwaku
Dan aku berkata pada diriku sendiri "bagaimana bisa aku melepaskan itu semua?"
Aku bertanya "bagaimana bisa aku melupakanmu? Melupakan kita?"
Disaat otakku berkata "tidak, aku tidak peduli lagi dengannya,"
Hatiku berkata "kau masih peduli dengannya, bodoh."
Ya, bodoh.
Sakit memang, tetapi itu faktanya.
Ya, aku bodoh.
Seorang laki-laki dan seorang perempuan bisa saja hanya menjadi teman
Tetapi di satu titik tertentu
Mereka akan jatuh cinta satu sama lain
Mungkin sementara,
Mungkin di waktu yang salah,
Mungkin terlambat,
Mungkin selamanya.
Kata-kataku sepertinya terlalu puitis untuk seorang laki-laki sepertimu, ya?
Hanya ada tiga kata untukmu
Kugabungkan menjadi satu kalimat
Aku sayang kamu.
Ah, sepertinya sudah tidak berguna lagi kata yang ku ucap.
Sedih, namun aku bahagia bisa memiliki sedikit bagian dari dirimu.
Ya, aku tahu. Aku tahu kau tidak sepenuhnya milikku
Tetapi... Hati ini yang merasa, dan aku tidak bisa menangkalnya.
Apa kau tahu bahwa aku selalu memperhatikanmu?
Ya, di koridor itu, di tempat pertama kali kau berikan senyum manismu padaku
Di tempat itu kau pertama kali menyapaku
Haha, semua itu hanya kenangan
Dulu, aku tak membayangkan bisa sedekat ini denganmu
Bisa menghabiskan waktu denganmu
Tertawa, tersenyum, gembira bersamamu
Walau sedikit jiwaku mati disaat aku sadar kau bukanlah milikku
Tetapi, aku bahagia bisa melihatmu tertawa bersamaku
Karena aku.
Kata orang, kalau kau sayang sesuatu, lepaskanlah
Kata orang, jika kau sayang dia, sepatutnya kau bahagia melihatnya bahagia walaupun bukan denganmu
Ah, aku tidak sependapat dengan mereka yang berkata seperti itu
Akupun yakin didalam hati mereka yang paling dalam, jauh dalam, mereka sakit
Rapuh.
Aku hanya bisa tersenyum.
Tersenyum melihat dan mendengan celoteh mereka yang terdengar munafik.
Aku sayang kamu, dan aku tidak akan melepaskanmu
Perjuanganku menjadikan aku dan kamu sedekat ini saja penuh jatuh-bangun.
Aku sayang kamu, dan aku bahagia melihatmu bahagia jika bahagiamu BERSAMAKU.
Tidak akan mudah melihatmu bahagia bersama orang lain, menyayangi orang lain, bukan aku.
Tapi, itulah adanya.
Dan aku tidak bisa memaksakan perasaanmu
Walaupun aku sudah berusaha menarik hatimu hanya untukku
Tapi, kau ditakdirkan bukan untukku.
Aku
Kamu
Kita
Hanya sahabat.
Terlalu banyak kenangan tentangmu yang ada padaku
Yang ada dalam pikiranku
Hatiku
Jiwaku
Dan aku berkata pada diriku sendiri "bagaimana bisa aku melepaskan itu semua?"
Aku bertanya "bagaimana bisa aku melupakanmu? Melupakan kita?"
Disaat otakku berkata "tidak, aku tidak peduli lagi dengannya,"
Hatiku berkata "kau masih peduli dengannya, bodoh."
Ya, bodoh.
Sakit memang, tetapi itu faktanya.
Ya, aku bodoh.
Seorang laki-laki dan seorang perempuan bisa saja hanya menjadi teman
Tetapi di satu titik tertentu
Mereka akan jatuh cinta satu sama lain
Mungkin sementara,
Mungkin di waktu yang salah,
Mungkin terlambat,
Mungkin selamanya.
Kata-kataku sepertinya terlalu puitis untuk seorang laki-laki sepertimu, ya?
Hanya ada tiga kata untukmu
Kugabungkan menjadi satu kalimat
Aku sayang kamu.
Kamis, 08 November 2012
I watched it begin again...
"Took a deep breath in the mirror
He didn't like it when I wore high heels
But I do"
I walk to you"
"You pull my chair out and help me in
He didn't like it when I wore high heels
But I do"
"Walked in expecting you'd be late
But you got here early and you stand and waveI walk to you"
"You pull my chair out and help me in
And you don't know how nice that is
But I do"
But I do"
"And you throw your head back laughing like a little kid
I think it's strange that you think I'm funny cause he never did"
"Thinking all love ever does is break and burn and end"
"On a Wednesday in a cafe, I watched it begin again"
"What's past is past"
Nope, this is not the whole lyrics. This is just my favorite parts of this tune. I've been listening to this song for the past two weeks over and over again. I am in love with this song. It's like... this guy Taylor met was very nice and polite and... loves her so much. They're both feel comfortable with each other.
"Comfortable."
Suddenly you popped out on my mind. You said that word to me every time i asked 'what makes you fall in love?' or 'how do you know when you're in love?'. You'd say 'if she could make me comfortable around her.'
Yes, i do remember.
Unfortunately, i'm not the one for you. I'm not made to be yours. Not yet, maybe. Well, i don't know. Do i ever crossed your mind? Or the reasons why i keep holding onto this 'uncertainty' about us? Do you even wanna know WHY? Why do i keep crying for you at nights? Why do i keep thinking about you when you don't even care about me? Why do i fall for your sweet-nothings? No. You don't wanna know, because you don't care. :-)
Remember when we always talk late at night? Remember all those words you said to me? That night when i threw a birthday party for my 16th birthday at my house.... You came. I wore a black dress and one pair of converse. You almost hugged me. When you arrived home, you text me, you told me that i was beautiful. That i was pretty with that dress and you loved it. And then, you asked me out. Just the two of us. You and me. I am freaking out... Overjoyed.
We went out. To a mall. We were having so much fun, we ate dinner together. Well, i ate dinner. Pasta and Lemon Tea. You just ordered a glass of Ice Coffee. But, you didn't like the coffee because it was too bitter for you even though it's perfect for me.
We went home. You drove me, but we didn't directly went home. We went somewhere else. You took me going around the city. I've never saw something so beautiful with all the lights and stuffs. I smiled. You smiled. We were both happy. Once.
That was the last time of everything. Now, i feel like that night was a beautiful goodbye. Yea, beautiful and sweet. But now, it's bitter.
I just wanna say thank you for the last one year. I watched you transformed to a better guy. From a player, to a perfect lover. I hope if you're with someone else right now, you could love her right and treat her like a princess. Ah, 'princess'. I was once called a 'princess' by you. And.... I hope that she could love you more than i do. She could love you endlessly and... honestly. A true feeling from her heart, not just because you're cute and you've got the most perfect smile i've ever seen.
:-) ciao!
Rabu, 31 Oktober 2012
Ok, this is about you. & you. Both. :-) (part II)
Where to start? Gimana ya. Oh yes, let's start from the nicknames I gave him. Kadang gue manggil dia "lele" kadang "21" because his name starts with the letter 'U'. Dan huruf itu adalah huruf keduapuluhsatu dari duapuluhenam huruf-huruf yang ada. Atauuuu si "ehem" hahaha :b ada satu nama panggilan yang nggak pernah gue kasih tau ke dia, and that's "cimit" yeaaa. If you guys are about to ask me what I like in him, I actually love everything about him just the way he is. Aduh kalo lo semua tau senyumnya itu brrrrrrr suppa sweet!
Gue gatau mau cerita darimana. Jujur, gue nyesek sekarang. Cerita yang udah gue rangkai bagus-bagus..... Gaakan bisa gue tulis disini. Gue kesel. Gue sedih. Awal gue kenal dia kelas 10. Yaaa setipe lah ya sama cowok-cowok yang merasa dirinya keren kece ganteng cool and whatever itu. PLAYER. Yup, he was once a playboy. Sok-sok mainin cewek. Ah, udahlah kenapa jadi ngomongin kejelekkannya kalo seharunya gue ngeliat positifnya? Hehe.
Deket sih, tapi ya gitu-gitu aja. Bukan deket yang 'friendzone' gitu. Engga. Boro-boro haha. Ya pokoknya lo taulah deket gimana. Deket yang ngga kayak orang temenan, yang diem-dieman tapi kalo lagi asik ya asik-asik aja.
Pokoknya sampe gue kenaikan kelas ya gue sama dia gitu-gitu aja. Gaada yang spesial :-)
Pas tahun baru, ada kejadian. First of all, gue BUKAN mau ngejelek-jelekkin 'sahabat' gue disini ya, gue cuma mau CERITA. Paham? Good. Yaa pokoknya dia jadi deket sama 'sahabat' gue padahal jelas-jelas 'sahabat' gue itu tau kalo gue sayang banget sama dia dan yang paling parah adalah 'sahabat' gue itu sudah mempunyai seorang kekasih. Ciatttt bahasa gue. Pokoknya mereka berdua deket banget deh, ngalus-ngalus satu sama lain. Sakit? Pasti. Bullshit kalo ada yang bilang digituin itu gapapa. HAHA. Dia minta maaf, sampe nangis-nangis. Sampe sekarang, gue ngga tau gue udah maafin dia atu belum karena yang salah kan dia tapi di twitter *yup, that fucking social media* dia nyindir-nyindir gue dengan kata-kata yang bikin gue SAKIT HATI banget. :-) In case you read this, maafin orang ngga segampang lo ngeluarin kata-kata yang bisa bikin hati orang sakit. Tolong pahamin itu ya.
Oke, kembali ke orang yang pengen gue ceritain ya. Nah, jadi pas kenaikan kelas itu entah kenapa kita jadi deket. Dia jadi sering main kerumah gue dan kita jadi sering bbman. Gue masih inget setiap bbm yang dia kirim ke gue. Mau bukti? Gue masih inget ketika dia bbm gue untuk ngajak gue jalan BERDUA AJA for the first time. Yaa pokoknya gue sama dia kayak sama-sama pdkt gitudeh. Hehe. Seneng? BANGET. gausah ditanya itumah. Terus kita jalan berdua, makan malem berdua, gitu-gitu deh. Satu kata: Ba-ha-gi-a.
Semenjak dia sering main kerumah gue, dia jadi deket sama nyokap gue. Dekeeeeet banget.
Gue jadi yakin sama dia. Gue memutuskan untuk nungguin dia. Karena gue udah ngerasa 'deket' sama dia tuh 'deket' yang beda. 'Deket' yang udah mau jadi pacar. Jadian.
Ternyata, sia-sia semuanya. SIA-SIA. Sampah. Ngga penting. Ngga guna. Fucklah.
Lo tau kan? Ya gitu, dia jadian sama yang lain dan blablabla whatever. Gue ga mau tau. Gue gamau peduli. Bener-bener sakit. Lo tau sesek? Yap, dada gue sesek.
Harusnya gue dengerin kata temen-temen gue kalo dia itu emang belum berubah.
Tapi, dia baik kok. Baik banget. Gue aja sampe sayang banget sama dia.
Gue ngga kuat untuk ceritain semua detail-detailnya disini. Too much memories. Dari perasaan ini sebenernya gue belajar. Belajar ikhlas dan meneriman kenyataan. Belajar paham ini toh rasanya 'satu orang, sejuta kenangan' yang orang-orang bilang susah untuk move on-nya. Bener. Mereka semua yang udah ngerasain ini emang bener. Susah banget ngelupainnya. Kayaknya tuh disaat lo udah bener-bener ngga mikirin dia, tiba-tiba ada aja yang ngingetin dia.
Udah ya. :-)
Buat lo, gue harap lo ngerti. I don't want to spend the rest of my life regretting about something that i DID NOT do. Gue cuma mau bilang untuk saat ini gue sayang banget sama lo, entah sampe kapan. Sayaaaang banget. Oh yea, nyaman. Itusih udah pasti banget. Gue ngga mau munafik ya, gue gabakal bahagia kalo ngeliat lo bahagia sama yang lain dan bukan sama gue. I won't wish you the best with anybody else. Jahat? Emang. Tapi gue gamau bohongin diri gue sendiri dengan bilang gue gapapa ke diri gue. Didepan temen-temen gue, gue udah ngelakuin itu dan gue sanggup. Tapi kalo untuk diri gue sendiri? I don't think i could.
Kalo emang lo buat gue, lo pasti bakal jadi milik gue dan sama gue walaupun lo mampir dulu ke orang lain. Tapi kalo lo emang bukan buat gue, gue harap orang lain yang jadi milik lo bisa sayang ke lo melebihi rasa sayang gue ke lo saat ini, gue harap dia bisa bikin lo bahagia, bisa bikin lo nyeritain semua masalah lo kayak waktu lo sama gue. Dan yang paling utama, gue yakin lo bakal jadi cowok yang baik buat dia.
Love you.
Gue gatau mau cerita darimana. Jujur, gue nyesek sekarang. Cerita yang udah gue rangkai bagus-bagus..... Gaakan bisa gue tulis disini. Gue kesel. Gue sedih. Awal gue kenal dia kelas 10. Yaaa setipe lah ya sama cowok-cowok yang merasa dirinya keren kece ganteng cool and whatever itu. PLAYER. Yup, he was once a playboy. Sok-sok mainin cewek. Ah, udahlah kenapa jadi ngomongin kejelekkannya kalo seharunya gue ngeliat positifnya? Hehe.
Deket sih, tapi ya gitu-gitu aja. Bukan deket yang 'friendzone' gitu. Engga. Boro-boro haha. Ya pokoknya lo taulah deket gimana. Deket yang ngga kayak orang temenan, yang diem-dieman tapi kalo lagi asik ya asik-asik aja.
Pokoknya sampe gue kenaikan kelas ya gue sama dia gitu-gitu aja. Gaada yang spesial :-)
Pas tahun baru, ada kejadian. First of all, gue BUKAN mau ngejelek-jelekkin 'sahabat' gue disini ya, gue cuma mau CERITA. Paham? Good. Yaa pokoknya dia jadi deket sama 'sahabat' gue padahal jelas-jelas 'sahabat' gue itu tau kalo gue sayang banget sama dia dan yang paling parah adalah 'sahabat' gue itu sudah mempunyai seorang kekasih. Ciatttt bahasa gue. Pokoknya mereka berdua deket banget deh, ngalus-ngalus satu sama lain. Sakit? Pasti. Bullshit kalo ada yang bilang digituin itu gapapa. HAHA. Dia minta maaf, sampe nangis-nangis. Sampe sekarang, gue ngga tau gue udah maafin dia atu belum karena yang salah kan dia tapi di twitter *yup, that fucking social media* dia nyindir-nyindir gue dengan kata-kata yang bikin gue SAKIT HATI banget. :-) In case you read this, maafin orang ngga segampang lo ngeluarin kata-kata yang bisa bikin hati orang sakit. Tolong pahamin itu ya.
Oke, kembali ke orang yang pengen gue ceritain ya. Nah, jadi pas kenaikan kelas itu entah kenapa kita jadi deket. Dia jadi sering main kerumah gue dan kita jadi sering bbman. Gue masih inget setiap bbm yang dia kirim ke gue. Mau bukti? Gue masih inget ketika dia bbm gue untuk ngajak gue jalan BERDUA AJA for the first time. Yaa pokoknya gue sama dia kayak sama-sama pdkt gitudeh. Hehe. Seneng? BANGET. gausah ditanya itumah. Terus kita jalan berdua, makan malem berdua, gitu-gitu deh. Satu kata: Ba-ha-gi-a.
Semenjak dia sering main kerumah gue, dia jadi deket sama nyokap gue. Dekeeeeet banget.
Gue jadi yakin sama dia. Gue memutuskan untuk nungguin dia. Karena gue udah ngerasa 'deket' sama dia tuh 'deket' yang beda. 'Deket' yang udah mau jadi pacar. Jadian.
Ternyata, sia-sia semuanya. SIA-SIA. Sampah. Ngga penting. Ngga guna. Fucklah.
Lo tau kan? Ya gitu, dia jadian sama yang lain dan blablabla whatever. Gue ga mau tau. Gue gamau peduli. Bener-bener sakit. Lo tau sesek? Yap, dada gue sesek.
Harusnya gue dengerin kata temen-temen gue kalo dia itu emang belum berubah.
Tapi, dia baik kok. Baik banget. Gue aja sampe sayang banget sama dia.
Gue ngga kuat untuk ceritain semua detail-detailnya disini. Too much memories. Dari perasaan ini sebenernya gue belajar. Belajar ikhlas dan meneriman kenyataan. Belajar paham ini toh rasanya 'satu orang, sejuta kenangan' yang orang-orang bilang susah untuk move on-nya. Bener. Mereka semua yang udah ngerasain ini emang bener. Susah banget ngelupainnya. Kayaknya tuh disaat lo udah bener-bener ngga mikirin dia, tiba-tiba ada aja yang ngingetin dia.
Udah ya. :-)
Buat lo, gue harap lo ngerti. I don't want to spend the rest of my life regretting about something that i DID NOT do. Gue cuma mau bilang untuk saat ini gue sayang banget sama lo, entah sampe kapan. Sayaaaang banget. Oh yea, nyaman. Itusih udah pasti banget. Gue ngga mau munafik ya, gue gabakal bahagia kalo ngeliat lo bahagia sama yang lain dan bukan sama gue. I won't wish you the best with anybody else. Jahat? Emang. Tapi gue gamau bohongin diri gue sendiri dengan bilang gue gapapa ke diri gue. Didepan temen-temen gue, gue udah ngelakuin itu dan gue sanggup. Tapi kalo untuk diri gue sendiri? I don't think i could.
Kalo emang lo buat gue, lo pasti bakal jadi milik gue dan sama gue walaupun lo mampir dulu ke orang lain. Tapi kalo lo emang bukan buat gue, gue harap orang lain yang jadi milik lo bisa sayang ke lo melebihi rasa sayang gue ke lo saat ini, gue harap dia bisa bikin lo bahagia, bisa bikin lo nyeritain semua masalah lo kayak waktu lo sama gue. Dan yang paling utama, gue yakin lo bakal jadi cowok yang baik buat dia.
Love you.
Langganan:
Postingan (Atom)


